Pembiasaan jalan kaki pada peserta didik merupakan salah satu upaya meningkatkan aktivitas dan kualitas fisik. Pembiasaan jalan kaki memiliki banyak manfaat, antara lain:
Guru menugaskan peserta didik untuk membiasakan berjalan kaki dari
rumah menuju ke sekolah dengan jangkauan jarak maksimal 500 meter.
Apabila jarak antara rumah ke sekolah lebih dari 500 meter, maka
peserta didik dapat menggunakan transportasi ke sekolah sampai titik
tertentu, yang masih terdapat jarak dengan sekolah untuk berjalan kaki
sejauh 500 meter. Selain dengan aktivitas berjalan kaki sebagai moda
transportasi aktif ke sekolah, aktivitas bersepeda dapat menjadi
alternatif pilihan lainnya.
Namun penerapan pembiasaan jalan kaki ke sekolah ini perlu
memperhatikan keamanan dan kenyamanan kondisi atau situasi jalan serta
lingkungan yang dilalui peserta didik. Strategi pembiasaan jalan kaki
menuju sekolah dilakukan dengan menyelenggarakan program “Hari
Berjalan Menuju Sekolah”. Kegiatan ini dilakukan seminggu sekali
dengan mewajibkan seluruh peserta didik untuk melakukan jalan kaki
atau bersepeda menuju ke sekolah.
Apabila jarak rumah peserta didik dari sekolah terlalu jauh, maka
sekolah dapat menentukan titik pemberhentian bagi pengantar dan
mewajibkan peserta didik berjalan kaki dari titik pemberhentian yang
ditentukan menuju sekolah.
Peserta didik dipandu oleh guru berjalan kaki mengelilingi sekolah dan mengamati lingkungan alam yang dilaluinya, seperti tanaman, hewan, sawah, kebun, sungai, bangunan (gedung, rumah, pondok atau saung), marka lalu lintas, pasar dengan durasi 15 s.d. 30 menit. Pelaksanaannya dapat terintegrasi pada saat pembelajaran (outdoor learning) atau waktu khusus seperti istirahat dan lainnya.