Optimalisasi Intrakurikuler dan Ekstrakurikuler olahraga

Peningkatan pembiasaaan aktivitas fisik di sekolah dapat dilakukan melalui optimalisasi kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler, serta bentuk penyelenggaraan festival olahraga. Inti kegiatan ini adalah memfasilitasi keterampilan, sikap dan pengetahuan yang diperlukan untuk mendukung gaya hidup aktif, produktif dan sehat.

1. Optimalisasi Intrakurikuler

Optimalisasi intrakurikuler pada prinsipnya bukan mengubah kurikulum pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK) yang telah ada. Optimalisasi ini dilakukan dengan menyajikan program PJOK yang berkualitas untuk meningkatkan pembelajaran dan penyempurnaan keterampilan dan perilaku peserta yang diintegrasikan di kelas PJOK. Wujud optimalisasi intrakurikuler dilakukan dengan mendorong sekolah untuk meningkatkan kebugaran jasmani pada peserta didik melalui mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK), yaitu dengan mengoptimalkan waktu aktif berlatih selama alokasi waktu pembelajaran PJOK.
Pengembangan gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif, menjadi titik tekan untuk anak usia sekolah dasar. Guru PJOK dituntut untuk mengembangkan variasi berbagai gerak dasar tersebut.

2. Optimalisasi Ekstrakurikuler

Mendorong sekolah untuk mengembangkan keterampilan berbagai cabang olahraga pada peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler. Pengembangan keterampilan cabang olahraga melalui ekstrakurikuler sesuai dengan bakat dan minat peserta didik, ketersediaan sumber daya seperti sarana prasarana dan pembina.

3. Penyelenggaraan Festival Olahraga di Sekolah

Festival olahraga di sekolah dapat diselenggarakan setiap akhir semester atau setiap akhir tahun ajaran sebagai acara rutin. Aktivitasnya dapat berupa pertunjukan dan/atau pertandingan atau perlombaan berbagai jenis cabang olahraga atau olahraga tradisional sesuai kearifan lokal daerah setempat.
a. Kompetisi Olahraga
Sekolah dapat menggelar kompetisi secara rutin setiap 6 bulan sekali atau setahun sekali dengan mempertandingkan atau melombakan berbagai cabang olahraga dengan menetapkan peraturan yang memastikan kesempatan yang sama, permainan yang adil, aman serta partisipasi dari seluruh peserta didik. Kompetisi ini juga dirancang dengan membuat model pekan olahraga atau semacamnya.

b. Festival Olahraga Tradisional di Sekolah
Bentuk festival olahraga tradisional di sekolah dapat diselenggarakan sekolah pada setiap semester atau setahun sekali sebagai agenda rutin sekolah. Olahraga tradisional sesuai dengan kearifan lokal daerah setempat dapat diperlombakan bagi peserta didik.

Berikut beberapa contoh olahraga tradisional yang dapat diperlombakan.

Tarik tambang

Permainan tarik tambang adalah jenis permainan tradisional sederhana, yang menggunakan tali tambang sebagai alat permainannya. Permainan ini dilakukan secara berkelompok, serta membutuhkan kekuatan dan kekompakan para pemainnya. Biasanya, setiap regu dari permainan ini terdiri atas 3 orang atau lebih, yang urutan berdiri sesuai dengan strategi pemenangan regunya.

Egrang

Permainan egrang merupakan salah satu permainan tradisional khas Indonesia yang juga digolongkan sebagai bagian dari olahraga tradisional. Cara memainkan egrang cukup sederhana, yakni berjalan kaki dengan cara menaiki dua tongkat bambu tersebut sebagai kepanjangan kaki.

Terompah Kayu

Permainan tradisional terompah kayu atau bakiak memiliki alat permainan berupa kayu panjang seperti seluncur es yang dihaluskan dan dipasang beberapa selop (pengait kedua kaki) di atasnya. Biasanya, selop berjumlah dua sampai lima (sesuai dengan jumlah pemain yang ditentukan), dibuat dari karet ban. Terompah kayu atau bakiak dimainkan dengan mengadu kecepatan serta kekompakan untuk mencapai garis finish

Balap Karung

Balap karung adalah permainan kompetitif yang dilakukan dengan memasukkan kedua kaki peserta ke dalam karung atau sarung bantal setinggi pinggang atau leher. Pemain begerak maju menempuh jarak yang ditentukan dengan cara melompat atau berjalan cepat dengan panjang langkah selebar karung yang digunakannya. Orang pertama yang melewati garis finish adalah pemenang perlombaan.

Egrang Batok

Permainan egrang batok adalah permainan egrang yang menggunakan tempurung kelapa atau bambu sebagai pijakan dan diberikan tali pengait untuk mengangkat kaki yang dilangkahkan. Pemain juga harus menggunakan kedua tangan untuk memegang masing-masing tali pengait, sehingga tempurung yang dipijak tidak bergeser. Permainan egrang batok dapat dijadikan ajang kompetisi berupa balapan dan pemenangnya adalah pemain yang lebih dahulu sampai ke garis finish tanpa melanggar peraturan (melepaskan batok).